Yakobus 4:13-17
Banyak orang dalam mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidupnya, tanpa pernah berdoa dan meminta pimpinan Allah. sepertinya jika segala sesuatu sudah ia pikirkan dengan baik, maka semua rencana akan bisa berjalan dengan lancar, dan seolah-olah Allah pasti akan menyetujuinya. Namun apakah benar demikian? Kadang-kadang, apa yang kita rencanakan dan memang belum kita pernah doakan, toh juga berjalan dengan baik, Dan ada juga kalanya, rencana yang kita doakan, tidak berjalan dengan baik. lalu bagaimana? Sebenarnya bukan bergantung apakah rencana kita berhasil atau tidak, maka kita baru tahu apakah itu berarti Tuhan berkenan atau tidak. Kadang Allah memang membiarkan kita mendapatkan keberhasilan sementara sebagai pengujian atau kegagalan bahwa hal itu tidak Ia perkenan.
Tapi satu yang pasti adalah marilah kita dari muda belajar tidak bergantung pada pengertian kita sendiri. Supaya keberhasilan kita itu karena memang berarti Allah menyetujuinya dan juga biarlah kegagalan kita menjadi tanda bahwa Allah tidak berkenan. Karena alangkah bahayanya jika kita selalu berhasil tapi ternyata Allah tidak menyetujuinya dan IA membiarkan kita. hal itu jauh lebih bahaya dari pada kegagalan. Marilah mulai hari ini setiap doa-doa kita melibatkan Allah untuk mengatur seluruh rencana hidup kita kedepan.
(diambil dari renungan harian "Majalah Kita Edisi 23")
Rabu, 27 Maret 2013
Jangan Memfitnah
(ayat bacaan) Yakobus 4: 11-12.
Gereja Tuhan adalah kumpulan orang-orang percaya, saudara seiman, satu tubuh Kristus. Sehingga dalam persekutuan ini memiliki ciri khas yaitu saling mengasihi dan saling membangun satu dengan yang lain. Alkitab mengumpamakan seperti satu tubuh yang terdiri dari banyak anggota. Maka demikian juga yang terjadi dengan tubuh kita, jika ada bagian tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh merasa sakit. Jika ada sel-sel tubuh kita yang rusak. maka dalam tubuh itu sendiri akan ada suatu cara untuk memperbaikinya, sehingga tubuh menjadi menjadi sehat kembali. tentu ketika mata sakit, maka tidak mungkin tangan malah menambah penyakitnya. Tapi tangan akan bekerja untuk membantunya sembuh dengan mengambil obat untuk mata. Dan obat itu kadang terasa perih di mata, tetapi tetap mengambilnya, karena itu untuk menyembuhkan mata itu sendiri.
Maka demikian dengan Ayat 11 dan 12 yang kita baca tadi. dalam rangka kita ini satu saudara, maka janganlah kita memfitnah atau mengatakan yang buruk tentang saudara kita yang lain yang bisa berakibat merusak orang itu. Mengapa demikian? Pertama, karena penilaian kita bisa saja salah maka kita bisa terlanjur menyakiti saudara kita. Kedua, meskipun perkataan dan penilaian kita tepat tapi jika waktu dan caranya tidak tepat maka akan tetap berdampak buruk. Seperti perumpamaan mata dengan tangan tadi. Jika tangan memberi obat tidak pada waktunya dan dengan cara yang salah, maka itu bukan akan menyembuhkan mata yang sakit tapi malah merusaknya.
( diambil dari buku renungan "majalah kita edisi 23")
Gereja Tuhan adalah kumpulan orang-orang percaya, saudara seiman, satu tubuh Kristus. Sehingga dalam persekutuan ini memiliki ciri khas yaitu saling mengasihi dan saling membangun satu dengan yang lain. Alkitab mengumpamakan seperti satu tubuh yang terdiri dari banyak anggota. Maka demikian juga yang terjadi dengan tubuh kita, jika ada bagian tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh merasa sakit. Jika ada sel-sel tubuh kita yang rusak. maka dalam tubuh itu sendiri akan ada suatu cara untuk memperbaikinya, sehingga tubuh menjadi menjadi sehat kembali. tentu ketika mata sakit, maka tidak mungkin tangan malah menambah penyakitnya. Tapi tangan akan bekerja untuk membantunya sembuh dengan mengambil obat untuk mata. Dan obat itu kadang terasa perih di mata, tetapi tetap mengambilnya, karena itu untuk menyembuhkan mata itu sendiri.
Maka demikian dengan Ayat 11 dan 12 yang kita baca tadi. dalam rangka kita ini satu saudara, maka janganlah kita memfitnah atau mengatakan yang buruk tentang saudara kita yang lain yang bisa berakibat merusak orang itu. Mengapa demikian? Pertama, karena penilaian kita bisa saja salah maka kita bisa terlanjur menyakiti saudara kita. Kedua, meskipun perkataan dan penilaian kita tepat tapi jika waktu dan caranya tidak tepat maka akan tetap berdampak buruk. Seperti perumpamaan mata dengan tangan tadi. Jika tangan memberi obat tidak pada waktunya dan dengan cara yang salah, maka itu bukan akan menyembuhkan mata yang sakit tapi malah merusaknya.
( diambil dari buku renungan "majalah kita edisi 23")
Senin, 25 Maret 2013
Hati yang sempit dan suka Mendendam
Orang yang pada saat diperlakukan dengan baik tidak apa-apa, tetapi kesalahan kita yang sedikit saja akan terus menerus diingat, adalah orang yang kurang stabil jiwanya. Dendam yang tidak kau buang dari hatimu akan membuat dirimu tidak mempunyai sejahtera. Hati yang sempit, tidak akan mudah melupakan kesalahan dan kekurangan orang lain akan selalu mengikat dirimu dan membuatmu tidak mempunyai dada yang lapang dan tidak bisa menikmati sejahtera yang sungguh-sungguh. kita perlu belajar untuk selalu mengingat segala kebaikan orang dan melupakan segala kejelekan orang lain. Ini memang tidak mudah tapi di situlah letak rahasia untuk melepaskan diri dari kesukaran dan dari hati yang tidak beres. Jangan banyak mengingat kekurangan orang lain.
(diambil dari buku "Iman Pengharapan&Kasih Dalam Krisis" - Pdt. Dr. Stephen Tong)
(diambil dari buku "Iman Pengharapan&Kasih Dalam Krisis" - Pdt. Dr. Stephen Tong)
Persahabatan dengan Dunia. Yakobus 4:1-10
Orang yang iri hati dan yang terperangkap dalam nafsu dunia bisa juga berdoa kepada Allah demi kepentingannya itu. Mari kita baca lagi ayat 2-3. Ternyata bisa juga kita berdoa untuk hal yang salah. Alkitab mencatat bahwa seseorang bisa berdoa untuk tujuan meminta sesuatu untuk kepentingannya sendiri dan bahkan untuk memuaskan nafsunya. Tentu saja ini doa yang salah. jika demikian bahaya sekali jika seseorang sudah iri hati dan diikat oleh nafsu dunia ini, ia bisa berdoa kepada Allah untuk memuaskan kepentingannya: maka saat itu kita sedang memperalat Allah untuk kesenangan kita sendiri. Alangkah jahatnya jika demikian. Dalam doa kita bukan menyembah dan meminta hikmat Allah, tapi malahan bisa bersalah kepada Allah dalam doa-doa kita.
Mari kita membaca Amsal 3:34. Allah menentang orang yang congkak dan mengasihi orang yang rendah hati. Siapakah orang yang congkak? Yaitu yang dalam hatinya hanya memikirkan keinginan dan kepentingannya sendiri. Orang yang congkak tidak tentu kelihatan congkak dari luar. dan begitu juga dengan orang yang rendah hati, tidak tentu orang yang kelihatan lembut dari luar adalah orang yang rendah hati. Alkitab mengatakan bahwa iri hati lawan katanya adalah rendah hati. lalu apakah itu rendah hati yang sejati?
Rendah hati adalah merendahkan diri di hadapan Tuhan. ayat 9-10.
(diambil dari Majalah Kita edisi 23.)
Mari kita membaca Amsal 3:34. Allah menentang orang yang congkak dan mengasihi orang yang rendah hati. Siapakah orang yang congkak? Yaitu yang dalam hatinya hanya memikirkan keinginan dan kepentingannya sendiri. Orang yang congkak tidak tentu kelihatan congkak dari luar. dan begitu juga dengan orang yang rendah hati, tidak tentu orang yang kelihatan lembut dari luar adalah orang yang rendah hati. Alkitab mengatakan bahwa iri hati lawan katanya adalah rendah hati. lalu apakah itu rendah hati yang sejati?
Rendah hati adalah merendahkan diri di hadapan Tuhan. ayat 9-10.
(diambil dari Majalah Kita edisi 23.)
Kamis, 21 Maret 2013
Hikmat Dari Sorga - Yakobus 3:13-18
kadang kita tergoda untuk menunjukan beberapa baiknya dan hebatnya diri kita kepada orang lain. Apalagi jika kita sedang dihina atau direndahkan. Atau ketika iri hati muncul maka kita sangat ingin orang lain juga tahu bahwa kita tidak kalah hebatnya dengan orang yang kita iri, Alkitab mengatakan itu semua bukan hikmat dari atas atau dari sorga. Tapi itu semua adalah hikmat dunia. Hikmat dunia datang dari mana? Dari nafsu manusia dan dari setan-setan.
Alkitab mengatakan jika kita iri hati, maka kita akan mementingkan diri sendiri. Apakah maksudnya? coba kita ingat-ingat lagi, tentu kita pernah iri hati. Mengapa iri hati? karena saat itu kita tidak rela jika ada orang lain yang dianggap lebih baik atau lebih hebat dari kita. Maka ada perasaan yang timbul bahwa kita harus membuat orang lain juga tahu bahwa kita juga hebat atau bahkan kita lebih hebat. Sehingga apakah yang kemudian dilakukan orang yang iri hati? pasti mementingkan diri sendiri. Ternyata benar yang dikatakan Alkitab. Lalu apakah Allah berkenan akan hal demikian? Tentu saja tidak. Apakah yang Allah inginkan? Allah ingin cari hidup kita yang baik itu menyatakan hikmat yang dari atas atau yang dari sorga. Apa saja yang menjadi tanda atau buah hikmat dari sorga?
Hikmat dunia punya ciri ingin menonjolkan diri supaya diketahui banyak orang. Tapi hikmat dari sorga, justru pertama-tama mengejar perkenanan Allah di sorga terlebih dahulu yang tidak bisa kita lihat dan tidak sengaja memamerkan diri. Namun terang itu akan terpancar keluar dengan sendirinya.
(diambil dari majalah kita edisi 23 "Kembali Kepada Allah")
Alkitab mengatakan jika kita iri hati, maka kita akan mementingkan diri sendiri. Apakah maksudnya? coba kita ingat-ingat lagi, tentu kita pernah iri hati. Mengapa iri hati? karena saat itu kita tidak rela jika ada orang lain yang dianggap lebih baik atau lebih hebat dari kita. Maka ada perasaan yang timbul bahwa kita harus membuat orang lain juga tahu bahwa kita juga hebat atau bahkan kita lebih hebat. Sehingga apakah yang kemudian dilakukan orang yang iri hati? pasti mementingkan diri sendiri. Ternyata benar yang dikatakan Alkitab. Lalu apakah Allah berkenan akan hal demikian? Tentu saja tidak. Apakah yang Allah inginkan? Allah ingin cari hidup kita yang baik itu menyatakan hikmat yang dari atas atau yang dari sorga. Apa saja yang menjadi tanda atau buah hikmat dari sorga?
Hikmat dunia punya ciri ingin menonjolkan diri supaya diketahui banyak orang. Tapi hikmat dari sorga, justru pertama-tama mengejar perkenanan Allah di sorga terlebih dahulu yang tidak bisa kita lihat dan tidak sengaja memamerkan diri. Namun terang itu akan terpancar keluar dengan sendirinya.
(diambil dari majalah kita edisi 23 "Kembali Kepada Allah")
Jiwa Yang Suka Bersungut-sungut.
Selalu tidak puas ini dan itu. Barangsiapa selalu bersungut-sungut, dia tidak pernah mempunyai kestabilan. Orang yang tidak puas terhadap Tuhan, orang yang tidak puas terhadap sesamanya, ia akan selalu mengomel dan tidak pernah merasa puas. Pernahkah engkau berjumpa dengan orang semacam ini, bila engkau berbicara kepadanya selalu dijawab dengan 'tapi...' "Puji Tuhan hari ini cerah," dia akan menjawab, "Tapi cerahnya cuma tiga jam saja." "Puji Tuhan, keadaan indonesia sudah membaik." "Tapi masih banyak kesulitan." Dia tidak pernah merasa puas, tidak pernah mengucap syukur kepada Tuhan, selalu bersungut-sungut dan selalu mengkritik. Orang yang demikian tidak pernah menikmati sejahtera dan istirahat di dalam jiwanya.
(diambil dari buku "Iman Pengharapan & Kasih Dalam Krisis" - Pdt. Dr. Stephen Tong.)
(diambil dari buku "Iman Pengharapan & Kasih Dalam Krisis" - Pdt. Dr. Stephen Tong.)
Rabu, 20 Maret 2013
Cinta dan Seks
Jangan Melampiaskan seks sembarang, karena akibatnya yang ditimbulkan terlalu berat, penyesalannya terlalu dalam, dan kesedihan didalam hati nuranimu sulit untuk dapat direkatkan dengan cinta Tuhan. Belajarlah untuk bisa mempersatukan cinta dan seks dengan sebaik mungkin. Jangan engkau menikah dengan seseorang yang tidak sungguh-sungguh engkau cintai. karena selanjutnya dia akan menjadi korbanmu. Engkau telah menyita waktunya seumur hidupnya dan dia tidak akan pernah menikmati cinta yang sesungguhnya darimu. Tetapi engkau mengatakan, bahwa engkau perlu nikah. Maka disini, janganlah engkau menikah hanya untuk memenuhi kebutuhanmu, secara spesifik, janganlah engkau menjadikan pasanganmu sebagai alat untuk melampiaskan kebutuhan seksmu. Itu adalah tindakan dan sikap yang tidak benar. Tidak bisa menikah dengan yang sungguh-sungguh cinta, lalu karena kebutuhan seks menikah dengan orang yang tidak sungguh-sungguh engkau cinta, adalah dua hal yang sama-sama tidak baik. karena itu, hendaklah engkau berdoa agar Tuhan mempersiapkan kesempatan dan kemungkinan untuk bisa menikah dengan orang yang sungguh-sungguh engkau cintai.
Tetapi mungkinkah kita menikah dengan seseorang yang sungguh-sungguh yang kita cintai dan keduanya cocok seratus persen? Bukankah hampir tidak ada kondisi yang sempurna seperti itu? Akibat dosa, manusia sulit sekali menemukan pasangannya dengan cinta yang sama derajatnya, sama kentalnya dan sama intimnya. itu hanya merupakan gambaran cinta Romeo dan Juliet. Romeo cinta sepenuhnya pada Juliet sama cintanya pada Romeo, akhirnya keduanya harus mati muda. Di dunia tidak ada cinta yang sungguh-sungguh sempurna, yang ideal dan begitu utuh.
(diambil dari buku "Rahasia Kemenangan dalam cinta dan seks menuju pernikahan" )
(Pdt. Dr. Stephen Tong)
Tetapi mungkinkah kita menikah dengan seseorang yang sungguh-sungguh yang kita cintai dan keduanya cocok seratus persen? Bukankah hampir tidak ada kondisi yang sempurna seperti itu? Akibat dosa, manusia sulit sekali menemukan pasangannya dengan cinta yang sama derajatnya, sama kentalnya dan sama intimnya. itu hanya merupakan gambaran cinta Romeo dan Juliet. Romeo cinta sepenuhnya pada Juliet sama cintanya pada Romeo, akhirnya keduanya harus mati muda. Di dunia tidak ada cinta yang sungguh-sungguh sempurna, yang ideal dan begitu utuh.
(diambil dari buku "Rahasia Kemenangan dalam cinta dan seks menuju pernikahan" )
(Pdt. Dr. Stephen Tong)
Langganan:
Postingan (Atom)