Kamis, 05 Maret 2015

Gejala Suara Setan: Merayu Untuk Berbuat Dosa

                Suara Setan juga dapat diketahui dengan suatu rayuan yang membawa kita kepada keberanian untuk berbuat dosa. Rayuan sejenis demikian pasti dari Setan. Ketika kita semakin berani berbuat dosa, dan semakin berani melanggar semua hukum moral yang ditetapkan oleh Kitab Suci, maka semua rayuan dan bisikan itu pasti dari Setan, karena Roh Kudus tidak mungkin berbisik kepada kita bahwa tidak ada masalah jia kita berzinah. Tidak pernah Roh Kudus memberikan kalimat-kalimat yang bersifat sedemikian lemah dan kompromistis.
                Suara-suara yang mengatakan tidak apa-apa berbuat dosa, silahkan berzinah atau silahkan mencari isteri kedua, adalah suara dari Setan, Suara yang membuat kita tidak setia pada isteri, Suara yang menyatakan seolah-olah kita sedang bersosial, kasihan dengan wanita lain, lalu semua “ditiduri”, itu pasti suara Setan. Setiap kali ada suara yang membujuk kita untuk berani melanggar, lalu melanggar, lalu menggunakan istilah dan alasan yang bagus untuk membenarkan tindakan dosa, maka itu pasti suara Setan.


(Pdt Dr. Stephen Tong: Roh Kudus, Suara Hati Nurani dan Setan)

Rabu, 04 Maret 2015

Gejala Suara Setan: Meragukan Firman Allah

                Suara Setan dapat diketahui dengan melihat dampak meragukan Firman Allah. Rene Descartes, seorang filsuf Perancis, mengatakan bahwa keraguan memilkik dua penyebab, Sebelumnya, orang tidak terlalu mengerti  akan “keraguan”. Setelah Descartes, keraguan mulai dimengerti dengan lebih teliti. Keraguan ada yang dimotivasi oleh keinginan untuk percaya, tetapi mengalami kesulitan, sehingga mengakibatkan keraguan. Sebagian lagi keraguan timbul karena memang mau meragukan.
                Setan memberikan keraguan, sehingga kita semakin lama tidak percaya kepada Firman Tuhan. Keraguan demikian pasti adalah keraguan dari Setan. Dalam keraguan yang dikerjakan oleh Setan ini, terdapat dua proses yang ia garap, (1) memutlakan yang salah (2) merelatifkan yang benar (3) ketika Allah berkata : “Jangan makan, pada hari engkau makan, engkau pasti mati,” maka setan merelatifkan dengan mengatakan bahwa belum tentu akan mati. Sesuatu yang Allah pastikan, kini tidak dikonfirmasikan, malahan diragukan. Bahkan ketika Adam makan dan kelihatan tidak mati, itu seolah menjadi konfirmasi  hal yang salah. Akibatnya, manusia meragukan suara Allah dan mmutlakan suara Setan.


(Pdt. Dr. Stephen Tong: Roh Kudus, Suara Hati Nurani dan Setan)

Selasa, 03 Maret 2015

Gejala Suara Setan: Mengacaukan Kebenaran

Jika sesuatu hal terlihat berusaha untuk mengacaukan kebenaran, maka di belakang gagasan itu pasti suara Setan yan bekerja untuk mencapai tujuan yang tidak benar. Suara Setan adalah suara yang mengacaukan pengertian akan kebenaran. Inilah yang selalu dikerjakan oleh Setan. Setan berusaha mengacaukan status, mengacaukan emosi, mengacaukan rencana, mengacaukan ordo-ordo yang ditetapkan oleh Tuhan di dalam alam semesta.

Maka pengacauan untuk mengeluarkan kita dari kesalahan adalah hal yang sangat penting. Ketenangan di tegah-tengah kesalahan adalah hal yang sangat merugikan. Dalam hal inilah, banyak gereja tidak merasa ada kekacuan, karena menikmati ketenangan di tengah kesalahan. Maka, kalau mendengar seminar atau membaca buku seperti ini, mereka celaka, karena nanti gereja dapat kacau. Maka tidak heran, banyak orang yang merasa lebih baik tenang di dalam kesalahan ketimbang terjadi kekacuan oleh karena kebenaran.

Kekacuan dari setan menyebabkan kita semakin kacau dan semakin tidak jelas melihat dimanakah kebenaran itu berada, karena takut diperbandingkan satu dengan yang lainnya. Tetapi kekacuan yang dibawa oleh Roh Kudus akan membuat kita sadar, insyaf, lebih tajam dan lebih peka membedakan dan pada akhirnya membawa kita kembali kepada kebenaran.

(Pdt. Dr. Stephen Tong: Roh Kudus, Suara Hati Nurani dan Setan)

Senin, 02 Maret 2015

Tugas Setan: Penuduh Kaum Pilihan

                 Setan memiliki tugas yang ketiga, yaitu terus-menerus menuduh orang pilihan agar kembali. Ketika seorang percaya dan orang kudus jatuh ke dalam dosa, maka ia harus bertobat dan mengakui dosanya di hadapan Allah, meminta ampun kepada Tuhan. Pada saat demikian, Allah akan mengampuni dosa tersebut dan tidak mengingatnya lagi.
               
                 Tetapi justru Setan pada saat itu berusaha untuk terus-menerus mengungkit kembali dosa-dosa masa lalu orang percaya, sehingga orang tersebut terganggu dan tidak dapat melayani Tuhan dengan baik. Orang-orang seperti ini akan terus-menerus terganggu hati nuraninya.


(Pdt. Dr. Stephen Tong : Roh Kudus, Suara Hati Nurani dan Setan

Asal Usul Setan

                Setan pada mulanya adalah penghulu malaikat, tetapi yang dicampakan turun karena melawan Allah, maka sebenarnya ia adalah makhluk angkasa, tetapi memiliki kedudukan yang telah diturunkan oleh Tuhan, menjadi makhluk yang sedang menunggu hukuman yang kekal. Inilah terjadinya perubahan status yang pertama, yaitu kejatuhan dari penghulu malaikat. Penghulu malaikat, sambil melayani Tuhan ternyata memiliki ambisi sendiri, sambil melayani Tuhan sambil ingin merebut kemuliaan Tuhan, sambil melayani Tuhan, sambil berusaha untuk merampas kedudukan seperti Allah. Dalam keadaan demikian, maka Allah yang melihat motivasinya, menggulingkan dia.

                Allah adalah satu-satunya Otoritas tertingi, yang berhak manjadi “Diktator yang baik”. Semua diktator adalah manusia yang memutlakan diri, tetapi Allah adalah Kemutlakan yang Mutlak dan Kemutlakan yang Baik, yang memang seharusnya memiliki kuasa tertinggi, sehingga hanya Dialah yang memiliki hak untuk menduduki kuasa tertinggi itu. Dia adalah satu-satunya yang benar. Ia adalah Kuasa itu sendiri, Kebenaran itu sendiri, Kebajikan itu sediri, Kekudusan itu sendiri dan Keadilan itu sendiri.
                Maka ketika malaikat itu dijatuhkan, secara kuasa, Setan tetap adalah malaikat yang memiliki kekuasaan yang sangat besar sekali, tetapi secara status perubahan, ia tidak lagi menjadi penghulu malaikat,  tetapi menjadi Setan. Oleh karena itu, ia akan terus menjalankan tiga tugas, yaitu: Melawan Allah, Menggoda manusia dan Menuduh orang suci  terus menerus.


(Pdt. Dr. Stephen Tong : Roh Kudus, Suara Hati Nurani dan Setan)

Minggu, 01 Maret 2015

Tugas Setan : Penggoda Manusia

        Tugas Setan yang kedua adalah mencobai dan menggoda manusia. Suara yang membuat kita terasa terbuai dan begitu melayang-layang. tertarik untuk berbuat jahat, lalu mendorong kita untuk berbuat dosa, pasti itu adalah suara setan, tidak peduli yang merayu adalah perempuan yang paling cantik, atau bahkan isteri sendiri. Itu berarti Setan sedang memakai orang yang paling dekat dengan kita untuk mengubah niat kita agar kita tidak setia kepada Tuhan dan tidak menyukai kebaikan. Dengan demikian kita menerjunkan diri kedalam kejahatan. Kalau Setan menyatakan sifat keganasan kesetanannya, pasti kita akan lari. Tetapi justru Setan sedemikian pandai. Ia memaka cara-cara yang lain untuk menjatuhkan manusia.

(Pdt. Dr. Stephen Tong ; Roh Kudus, Suara Hati Nurani dan Setan)

Tugas Setan : Penantang Allah

Setan disebut setan artinya: Penantang Allah, pelawanan Allah (The Offender of God). Setan disebut setan karena selalu merintangi pekerjaan Tuhan. Setan selalu menghambat pekerjaan Tuhan dan selalu menentang pekerjaan Allah.

(Pdt. Dr. Stephen Tong : Roh Kudus, Suara Hati Nurani dan Setan)